Aksi perlawanan rakyat Palestina terhadap penjajahan Israel. (ilustrasi)

Aksi perlawanan rakyat Palestina terhadap penjajahan Israel. (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, MOSKOW — Raja Arab Saudi Salman Abdulaziz Al-Saud bersama Perdana Menteri Rusia Dmitry Medvedev sepakat untuk mendesak diakhirinya penderitaan rakyat Palestina. Mereka menekankan pentingnya Palestina untuk mendapatkan perdamaian yang adil, komprehensif, dan permanen.

“Mewujudkan perdamaian dan stabilitas di kawasan Teluk dan Timur Tengah dengan krisis yang saat ini ada di Yaman dan Suriah, mengharuskan Iran untuk menghentikan kebijakan ekspansionisnya, berkomitmen pada prinsip-prinsip pendekatan yang baik, menghormati norma dan hukum internasional, dan menahan diri untuk tidak mencampuri urusan dalam negeri negara lain,” ujar Raja Salman, dalam kunjungannya ke Moskow, Jumat (6/10).

Raja Salman menuturkan, Arab Saudi ingin meningkatkan hubungan kerja sama dengan Rusia. Menurut dia, negaranya sedang melalui fase historis dan fundamental dari pembangunan, seperti yang telah tercatat dalam Visi 2030.

“Kami menantikan partisipasi Rusia dan kerjasamanya dalam melaksanakan program visi ini, demi kepentingan bersama,” kata Raja Salman, dikutip Arab News.

“Upaya negara kita di bidang minyak telah menghasilkan kesepakatan untuk mengurangi produksi dan mencapai keseimbangan antara kepentingan konsumen dan produsen. Kami menekankan komitmen kami terhadap stabilitas pasar minyak internasional,” tambah dia.

Medvedev mendukung hasil pertemuan Raja Salman dengan Presiden Rusia Vladimir Putin dalam mengembangkan kerjasama bilateral di segala bidang, pada Kamis (5/10). “Saya hari ini akan memberikan arahan yang diperlukan kepada para menteri untuk mewujudkan kesepakatan yang telah dicapai sesegera mungkin,” kata Medvedev, yang menyebut Arab Saudi sebagai mitra penting Rusia di Timur Tengah.

Source : http://internasional.republika.co.id/berita/internasional/palestina-israel/17/10/07/oxfxvo330-arab-saudi-dan-rusia-desak-diakhirinya-penderitaan-palestina