Seorang wanita Roohingya di antara tenda yang terendam banjir di Kamp pengungsi Rohingya, Cox's Bazaar, Bangladesh

REPUBLIKA.CO.ID, NEW DELHI -- Pemerintah India menegaskan tidak akan menerima Muslim Rohingya karena menilai mereka bukan sebagai pengungsi. Demikian ditegaskan oleh Menteri Perumahan India, Rajnath Singh pada Kamis (21/9). Singh menyatakan krisis Rohingya saat ini tidak perlu dikhawatirkan, karena Myanmar siap menerima kembali populasi Muslim Rohingya.

Pernyataan Singh ini merespons kritik terhadap pemerintahannya yang mendeportasi etnis Rohingya yang ada di India. Ia menegaskan bahwa etnis Rohingya di India adalah imigran ilegal. Dia menyatakan hal itu dalam sebuah seminar yang diorganisasikan oleh Komisi Nasional Hak Asasi Manusia di India.

"Kementerian Perumahan telah mengklarifikasi posisinya melalui afidavit (di Mahkamah Agung) bahwa mereka adalah imigran ilegal dan akan dideportasi. Etnis Rohingya bukanlah pengungsi, juga bukan pencari suaka," kata Singh, dilansir Gulf Today, Jumat (22/9). "Mereka adalah imigran ilegal."

Menurut Singh, ada prosedur tertentu untuk mendapatkan status pengungsi dan tidak satu orangpun dari etnis Rohingya menempuh prosedur itu. Singh pun meyakini, bahwa India tidak akan melangar hukum internasional apa pun dengan mendeportasi etnis Rohingya. 

Kepala AIMIM Asaduddin Owaisi menilai, pernyataan Singh sebagai pernyataan yang tidak jujur. Padahal, meyoritas etnis Rohingya di India memiliki status pengungsi seperti yang diterbitkan oleh Badan Pengungsi PBB (UNHCR).

Pada 9 Agustus, Pemerintah India melaporkan kepada parlemen bahwa ada 14 ribu Rohingya yang tinggal di India terdaftar di UNHCR. Namun, lembaga bantuan internasional memperkirakan ada 40 ribu Rohingya di India. Pada awal bulan ini, Menteri Dalam Negeri India Kiren Rijiju menyatakan, pemerintah tengah mencari cara untuk mendeportasi Muslim Rohingya dari India.